Posted in Kesehatan

Jangan Lakukan Ini Kalau Tidak Punya BPJS

Minggu kemarin dari Rumah Sakit. Total biaya yang dikeluarkan Rp642.000. Coba tebak sakit apa? Sakit telinga. Gara-gara membersihkan telinga menggunakan cottonbud.

Saya mencari informasi dulu sebelum mendatangi rumah sakit. Terutama ingin tahu biaya untuk masalah sakit telinga. Tidak banyak informasi yang saya dapat. Tapi biaya dokternya ada dikisaran Rp100.000-an. Kalau ditambah biaya obat dan biaya pendaftaran, saya menduga bakal menelan biaya sekitar Rp300.000. Ternyata saya salah.

Continue reading “Jangan Lakukan Ini Kalau Tidak Punya BPJS”

Posted in Teknologi

Keamanan WiFi Yang Diremehkan

Tidak terlalu susah untuk mendapatkan sandi WiFi. Begitu juga untuk mendapatkan akun internetnya. Saya sudah tahu akun tetangga sebelah, Alfamart dekat rumah, Indomaret dan yang terakhir WiFi salah satu rumah sakit di Ciputat.

Saya merasa kok yang memasang WiFi menganggap remeh dengan jaringan mereka. Mereka mengaktifkan fitur WPS. Padahal ini pintu masuk awal. Lebih parahnya lagi, akun dan sandi router menggunakan pengaturan standar dari pabrik; admin dan admin.

Kalau isi router bisa dilihat, banyak hal bisa dimanfaatkan. Mulai dari bisa memanfaatkan bandwidth internet, akun internet bisa dipakai secara seamless di tempat lain, bisa melihat CCTV dan yang lain. Kalau ada orang iseng yang kebangetan, sandi diubah. Saya termasuk yang memanfaatkan bandwidth internet.

*pagi-pagi tetangga menyetel lagu dangdut dengan suara keras, mengganggu!*

Cara yang terbukti sukses agar terhubung ke WiFi yang WPS-nya aktif dengan menggunakan aplikasi Android. Banyak aplikasinya. Cari saja dengan menggunakan kata kunci “WPS”. Setelah terhubung ke WiFi, lanjut menggunakan Fing untuk melihat alamat routernya. Lalu login dengan menggunakan akun & sandi; admin & admin.

Jadi biar aman WiFi:

  • Matikan WPS
  • Ganti sandi standar pabrik

Ini hal yang tidak sulit dilakukan untuk menjaga keamanan kan?

Posted in Ekonomi

Jenius BTPN

Saya ditawari produk Bank Danamon ketika akan menarik uang Western Union oleh teller. Lumayan agresif karena dia terus menawarkan produk Bank Danamon. Jarang saya temui teller yang banyak berkomunikasi seperti ini.

Cuma saya berulangkali menolak. Karena produknya itu terlalu biasa yaitu bebas biaya admin bulanan (dengan minimal saldo tertentu). Nanggung. Produk Tabunganku yang ada di semua bank gratis biaya admin. Malah tanpa syarat minimal saldo. Apalagi saya sudah punya dua rekening bank. Kalau ditambah satu lagi, bagaimana cara mengisinya? Wong dua saja sudah susah diisi. Ha ha ha.

Continue reading “Jenius BTPN”

Posted in Teknologi

Transfer Antar Bank Tanpa Biaya

Saya sangat mempertimbangkan yang namanya BIAYA. Biaya beli pulsa. Biaya bayar listrik. Biaya admin bank. Biaya transfer antar bank. Saya selalu mencari cara supaya bisa mendapatkan biaya yang paling kecil.

Dulu saya selalu membayar tagihan listrik dan telepon di Alfamart. Soalnya biaya admin disana paling murah. Tapi itu dulu. Sekarang kayaknya rata-rata mengenakan biaya admin yang sama. Jadi tidak masalah membayar dari mana saja.

Continue reading “Transfer Antar Bank Tanpa Biaya”

Posted in Ekonomi

Menerima Uang Western Union

Kemarin kedua kalinya menerima uang Western Union. Yang pertama saya mencairkan uang di Bank Mandiri Syariah. Sedangkan kemarin saya mencairkan di Bank Danamon.

Ada dua perbedaan yang terasa. Di bank Mandiri Syariah akan berhadapan dulu dengan CS, kemudian ke Teller. Lalu ada biaya materai. Sedangkan di bank Danamon langsung ke Teller dan tidak ada biaya materai.

Untuk sementara, saya lebih suka ke bank Danamon. Mungkin saya akan mencoba menarik uang di Kantor Pos kalau ada rejeki lagi. Atau mungkin juga menggunakan saingan Western Union, Moneygram.

Posted in Politik

Semua Ahokers(?)

Setiap saya berkunjung ke suatu tempat, ketika berbicara Pilkada Jakarta, sosok yang dibicarakan selalu Ahok. Ketika ke tempat pelanggan, saya ditanya oleh pelanggan, “kamu ahokers?”, kemudian dia lanjut mengecam Ahok. Lalu di tempat saudara, tidak jauh berbeda isinya.

Jadi kepikiran, kalau tidak suka, kenapa Ahok selalu diomongin? Apa tidak bosan? Jangan-jangan semua orang adalah Ahokers.

Continue reading “Semua Ahokers(?)”