Posted in Teknologi

Transfer Antar Bank Tanpa Biaya

Saya sangat mempertimbangkan yang namanya BIAYA. Biaya beli pulsa. Biaya bayar listrik. Biaya admin bank. Biaya transfer antar bank. Saya selalu mencari cara supaya bisa mendapatkan biaya yang paling kecil.

Dulu saya selalu membayar tagihan listrik dan telepon di Alfamart. Soalnya biaya admin disana paling murah. Tapi itu dulu. Sekarang kayaknya rata-rata mengenakan biaya admin yang sama. Jadi tidak masalah membayar dari mana saja.

Continue reading “Transfer Antar Bank Tanpa Biaya”

Advertisements
Posted in Ekonomi

Menerima Uang Western Union

Kemarin kedua kalinya menerima uang Western Union. Yang pertama saya mencairkan uang di Bank Mandiri Syariah. Sedangkan kemarin saya mencairkan di Bank Danamon.

Ada dua perbedaan yang terasa. Di bank Mandiri Syariah akan berhadapan dulu dengan CS, kemudian ke Teller. Lalu ada biaya materai. Sedangkan di bank Danamon langsung ke Teller dan tidak ada biaya materai.

Untuk sementara, saya lebih suka ke bank Danamon. Mungkin saya akan mencoba menarik uang di Kantor Pos kalau ada rejeki lagi. Atau mungkin juga menggunakan saingan Western Union, Moneygram.

Posted in Politik

Semua Ahokers(?)

Setiap saya berkunjung ke suatu tempat, ketika berbicara Pilkada Jakarta, sosok yang dibicarakan selalu Ahok. Ketika ke tempat pelanggan, saya ditanya oleh pelanggan, “kamu ahokers?”, kemudian dia lanjut mengecam Ahok. Lalu di tempat saudara, tidak jauh berbeda isinya.

Jadi kepikiran, kalau tidak suka, kenapa Ahok selalu diomongin? Apa tidak bosan? Jangan-jangan semua orang adalah Ahokers.

Continue reading “Semua Ahokers(?)”

Posted in Teknologi

Aplikasi Bagi Pengguna Transportasi Umum

Republik angkot. Kecuali Jakarta, transportasi selain angkot, seperti Kereta Rel Listrik (KRL) dan Transjakarta sudah keren. Informasi rute mudah didapat. Beda dengan angkot. Mau tanya ke Google pun sering tidak jelas.

Sayangnya, sebagian besar cakupan wilayah belum dilayani KRL/Transjakarta. Sering kali mau berkunjung ke tempat A, bingung mau naik apa.

Ada 2 solusi mudah dan murah. Yang pertama menggunakan ojek online. Yang kedua menggunakan aplikasi Trafi.

Solusi pertama sih tidak perlu dijelasin. Nah kalau Trafi, menurut saya ini aplikasi yang keren.

Jadi ini aplikasi penunjuk arah bagi pengguna transportasi umum. Kalau saya mau ke tempat A, dikasih informasi harus naik angkutan umum apa saja. Yang makin menarik, ada banyak alternatif. Mau yang tercepat, termurah atau alternatif yang lainnya. Rute angkot pun ada loh. Keren!

Posted in Teknologi

Kadang DNSCrypt Ngadat

Gue tidak jago dengan Linux. Ketika ada masalah dengan Linux, gue langsung cuekin. Sama halnya ketika sudah sukses memasang DNSCrypt tapi kadang bisa mengakses internet, kadang bengong. Gue balik menggunakan pengaturan standar kalau sudah bengong internetnya.

Cuma lama-lama penasaran juga. Ketika internet bengong, jalankan perintah di Terminal untuk mengetahui DNSCrypt sudah berfungsi atau belum:

systemctl status dnscrypt-proxy.service

Kalau ternyata muncul informasi DNSCrypt belum berfungsi, lanjutkan dengan perintah ini:

sudo systemctl start dnscrypt-proxy.service

Balik lagi ke ketik perintah awal untuk mengetahui statusnya. Internet sudah bisa diakses kalau statusnya seperti ini:

screenshot-at-2017-02-27-15-14-45

Sempat membaca solusi untuk masalah kadang berfungsi/tidak berfungsi DNSCrypt. Tapi nanti saja dipraktekkannya. Solusi yang sekarang belum mengganggu. *males kalau nanti malah error lebih jauh, biasanya sih begitu*

Posted in Ekonomi

Bank Favorit

Kriteria utama saya ketika memilih menyimpan uang di sebuah Bank adalah bebas biaya bulanan. Tidak pernah mengharapkan hasil dari pendapatan bunga. Karena bunga bank sangat kecil dan uang yang disimpan juga sedikit. Tidak bisa menutupi biaya bulanan. Menyebalkan rasanya uang yang disimpan malah berkurang karena biaya bulanan.

Untuk kriteria ini, sebagian besar bank mempunyai produk yang namanya Tabungku. Jadi tidak kesulitan untuk memilih bank.

Kemudian saya berencana menggunakan bank untuk berwirausaha istri saya. Berarti saya mencari bank yang selain bebas biaya bulanan, juga mempunyai fitur internet banking. Setelah googling dan menyasar ke blog tabunganbank.blogspot.com, memutuskan untuk membuka rekening tabungan di BNI Syariah.

Saya membuka tabungan Hasanah. Ada dua jenis Hasanah, Wadiah dan Mudharabah. Wadiah tanpa bagi hasil dan tanpa biaya bulanan. Sedangkan Mudharabah ada bagi hasil dan ada biaya bulanan. Saya memilih Hasanah Wadiah.

Cerita tidak sampai disini. Setahun kemudian…

Istri saya berencana beriklan di Instagram. Ada dua pilihan pembayaran, kartu kredit atau transfer bank. Saya sudah mencoba transfer bank melalui internet banking dan ATM tapi selalu gagal. Alternatifnya menggunakan kartu kredit tapi tidak punya.

Lalu saya tahu tentang Virtual Credit Number. Jadi ini semacam kartu kredit virtual untuk pengguna kartu debit. Di BNI konvensional ada fitur ini tapi saya tidak tahu di BNI Syariah. Sempat googling lagi tapi tidak ada informasi. Akhirnya nekad dan ternyata ada fitur ini bagi nasabah BNI Syariah.

Kalau dirangkum, ini kelebihan produk Hasanah (Wadiah) BNI Syariah:

  • Tidak ada biaya bulanan
  • Ada internet banking dan SMS banking
  • Ada Virtual Credit Number (VCN)

Banyak keuntungannya ya. Sekarang ada juga produk menarik namanya Jenius dari BTPN.