Posted in Politik

Semua Ahokers(?)

Setiap saya berkunjung ke suatu tempat, ketika berbicara Pilkada Jakarta, sosok yang dibicarakan selalu Ahok. Ketika ke tempat pelanggan, saya ditanya oleh pelanggan, “kamu ahokers?”, kemudian dia lanjut mengecam Ahok. Lalu di tempat saudara, tidak jauh berbeda isinya.

Jadi kepikiran, kalau tidak suka, kenapa Ahok selalu diomongin? Apa tidak bosan? Jangan-jangan semua orang adalah Ahokers.

Continue reading “Semua Ahokers(?)”

Posted in Politik

LSI vs LRI

Beberapa hari yang lalu, gue membaca berita yang menarik di detikcom. Isinya adalah LRI menantang LSI untuk menutup masing-masing lembaga jika survey yang dilakukannya meleset.

“Kalau Pilpres berlangsung satu putaran saya berani menutup lembaga saya. Tapi kalau nanti Pilpresnya dua putaran mereka juga (LSI) harus berani menutup lembaga mereka,” tantangnya.

Kalau gue liat hasil quick count yang ditayangkan di beberapa stasiun televisi, keliatannya hanya akan ada 1 putaran saja pilpresnya. Kalau begitu, sepertinya Lembaga Riset Informasi (LRI) yang harus gulung tikar. Apalagi ini sudah yang kedua kalinya LRI bertaruh dan kalah.

“Saya minta LRI tutup dulu, karena waktu pileg kan dia juga pernah nantang LSI dan ternyata hasil dia yang meleset jadi saya harapkan LRI tutup dulu penuhi tantangan yang dulu, baru nantang kita lagi,” ujar peneliti LSI Burhanuddin Muhtadi kepada INILAH.COM di Jakarta, Senin (8/6).

Hihihi.. gimana? tutup? Makanya, iseng sih. Pakai taruhan segala. 😛

*** UPDATE ***

Barusan baca, bahwa LRI akhirnya akan gulung tikar.

Presiden LRI Johan O Silalahi kepada wartawan, Rabu (8/7) malam, mengatakan, dengan kegagalan itu, dia langsung menutup secara resmi lembaga survei tersebut. “Saya konsisten akan pembicaraan beberapa hari lalu bahwa bila hasil pilpres hanya satu putaran, maka lembaga ini akan ditutup,” katanya.

Selengkapnya, bisa dibaca di kompas online, Gagal Prediksi, LRI Gulung Tikar.

Posted in Politik

May Day

Tanggal 1 Mei kemarin diperingati sebagai hari buruh. Biasanya disebut May Day. Dan seperti biasa, pada hari tersebut para buruh melakukan demo.

Demo buruh

Nggak seperti demo buruh di hari buruh tahun-tahun sebelumnya (gue lupa tepat tahunnya), yang sampai rusuh di depan gedung DPR. Demo buruh tahun ini gue lihat aman-terkendali. Gue rasa, peserta demo pun nggak terlalu banyak.

Bahkan gue perhatikan, media pun (stasiun tv) nggak terlalu memberikan perhatian lebih ke demo ini. Perhatian mereka sepertinya terfokus ke Jalan Diponegoro, tepatnya di kantor Hanura. Disana mau diumumkan pencalonan capres-cawapres, JK-Wiranto.

Gue tahu hal ini karena setelah gue meliput (hayah, kayak wartawan aja) demo buruh di Bunderan HI, ketika mau menuju ke Masjid Sunda Kelapa buat sholat Jumat, gue melihat banyak banget mobil-mobil stasiun tv parkir didepan kantor Hanura. Dan memang terlihat sangat ramai disana.

Salah satu organisasi yang berdemo

Ok, kembali ke demo buruh. Ada banyak organisasi yang demo pada hari itu. Gue sendiri rencananya mau sok-sok-an jadi wartawan dengan mencatat apa yang mereka omongin dan juga siapa saja organisasi yang ikut demo. Tapi gila, cuacanya panas banget. Plus, gue lagi batuk dan pilek. Akhirnya gue memutuskan untuk foto-foto saja. hehe.

Rencananya, mereka berkumpul dulu di Bunderan HI, terus melakukan sholat Jumat disana juga (pasti macet nih), sehabis itu mereka menuju ke Istana Negara.

Dan para wartawan pun beraksi..

Btw, gue ketemu teman kuliah tuh disana. Namanya Ferry. Kayaknya dia jadi wartawan di Koran Tempo. Soalnya gue pernah lihat dia (kayaknya) ikut tes penerimaan di Koran Tempo. Tapi sepertinya dia nggak mengenali gue. Ya sudah, gue cuekin juga. 😛

Posted in Politik

Ke Tabulasi Nasional KPU Di Hotel Borobudur

Hari ini gue ke Hotel Borobudur, tempat Tabulasi Nasional KPU diadakan. Sebenarnya sudah sejak hari Sabtu gue kesana. Tapi gue nggak berani masuk soalnya kayaknya yang boleh masuk hanya pers saja. Apalagi ditambah ketika gue bertanya ke salah satu petugas pengamanan, dia menjawab bahwa memang yang bisa masuk hanya pers saja.

Tapi setelah gue pulang (tanpa hasil), gue lihat di televisi ada seorang anak yang lebih memilih mengisi liburannya dengan berkunjung ke sana daripada ketempat lain. Ah sial, ternyata memang bisa masyarakat umum untuk berkunjung kesana. Akhirnya gue memutuskan hari ini ketempat tabulasi nasional.

Akhirnya bisa masuk juga

Pertama-tama datang saja ke meja khusus untuk masyarakat umum. Nanti bakalan dikasih semacam name tag dan kita juga harus menyerahkan KTP disana. Baru deh sehabis itu bisa masuk ke dalam ruangan.

Continue reading “Ke Tabulasi Nasional KPU Di Hotel Borobudur”

Posted in Anchor, Politik

Nonton Kampanye PDIP

Sudah beberapa hari ini absen ngeblog. Penyebabnya males. Sebenarnya kemarin sudah niat ngeblog. Tapi gara-gara WIFI laptop gue, sehabis gue install ulang Windows, nggak mau jalan. Katanya sih drivernya korup. Ah gampang banget fokus gue teralihkan kepada hal-hal yang kecil. Tapi ya sudah, lupakan masalah WIFI tersebut. Lagian belum begitu butuh.

Hari sabtu kemarin gue nonton kampanye lagi. Yang pertama kan gue nonton kampanyenya PKS. Sedangkan yang kedua ini gue nonton kampanyenya PDIP.

Kampanye PDIP di Senayan

Seperti yang gue duga, PDIP merupakan salah satu partai besar sehingga pasti Senayan bakalan penuh dengan simpatisannya. Kalau ramai, pasti bakalan banyak stasiun televisi yang meliput. Nah yang meliputnya ini yang gue cari. 😀

Continue reading “Nonton Kampanye PDIP”

Posted in Anchor, Politik

Nonton Kampanye PKS Ketemu John Pantau

Hari senin kemarin, tanggal 31 Maret 2009, Jakarta macet berat. Penyebabnya adalah pada saat itu PKS akan menyelenggarakan kampanye di Stadion Gelora Bung Karno.

Kampanye PKS di Senayan

Kalau masalah pengerahan massa kayaknya memang PKS jagonya. Sepertinya mereka sangat mudah untuk mengumpulkan simpatisan-simpatisan dalam jumlah besar. Gue lihat di berita, Stadion Gelora Bung Karno penuh! Jadi mungkin disana ada sekitar 100.000 orang simpatisan. Nggak heran kan kalau jadi macet.

Continue reading “Nonton Kampanye PKS Ketemu John Pantau”