Posted in Ekonomi

Jenius BTPN

Saya ditawari produk Bank Danamon ketika akan menarik uang Western Union oleh teller. Lumayan agresif karena dia terus menawarkan produk Bank Danamon. Jarang saya temui teller yang banyak berkomunikasi seperti ini.

Cuma saya berulangkali menolak. Karena produknya itu terlalu biasa yaitu bebas biaya admin bulanan (dengan minimal saldo tertentu). Nanggung. Produk Tabunganku yang ada di semua bank gratis biaya admin. Malah tanpa syarat minimal saldo. Apalagi saya sudah punya dua rekening bank. Kalau ditambah satu lagi, bagaimana cara mengisinya? Wong dua saja sudah susah diisi. Ha ha ha.

Continue reading “Jenius BTPN”

Posted in Ekonomi

Menerima Uang Western Union

Kemarin kedua kalinya menerima uang Western Union. Yang pertama saya mencairkan uang di Bank Mandiri Syariah. Sedangkan kemarin saya mencairkan di Bank Danamon.

Ada dua perbedaan yang terasa. Di bank Mandiri Syariah akan berhadapan dulu dengan CS, kemudian ke Teller. Lalu ada biaya materai. Sedangkan di bank Danamon langsung ke Teller dan tidak ada biaya materai.

Untuk sementara, saya lebih suka ke bank Danamon. Mungkin saya akan mencoba menarik uang di Kantor Pos kalau ada rejeki lagi. Atau mungkin juga menggunakan saingan Western Union, Moneygram.

Posted in Ekonomi

Bank Favorit

Kriteria utama saya ketika memilih menyimpan uang di sebuah Bank adalah bebas biaya bulanan. Tidak pernah mengharapkan hasil dari pendapatan bunga. Karena bunga bank sangat kecil dan uang yang disimpan juga sedikit. Tidak bisa menutupi biaya bulanan. Menyebalkan rasanya uang yang disimpan malah berkurang karena biaya bulanan.

Untuk kriteria ini, sebagian besar bank mempunyai produk yang namanya Tabungku. Jadi tidak kesulitan untuk memilih bank.

Kemudian saya berencana menggunakan bank untuk berwirausaha istri saya. Berarti saya mencari bank yang selain bebas biaya bulanan, juga mempunyai fitur internet banking. Setelah googling dan menyasar ke blog tabunganbank.blogspot.com, memutuskan untuk membuka rekening tabungan di BNI Syariah.

Saya membuka tabungan Hasanah. Ada dua jenis Hasanah, Wadiah dan Mudharabah. Wadiah tanpa bagi hasil dan tanpa biaya bulanan. Sedangkan Mudharabah ada bagi hasil dan ada biaya bulanan. Saya memilih Hasanah Wadiah.

Cerita tidak sampai disini. Setahun kemudian…

Istri saya berencana beriklan di Instagram. Ada dua pilihan pembayaran, kartu kredit atau transfer bank. Saya sudah mencoba transfer bank melalui internet banking dan ATM tapi selalu gagal. Alternatifnya menggunakan kartu kredit tapi tidak punya.

Lalu saya tahu tentang Virtual Credit Number. Jadi ini semacam kartu kredit virtual untuk pengguna kartu debit. Di BNI konvensional ada fitur ini tapi saya tidak tahu di BNI Syariah. Sempat googling lagi tapi tidak ada informasi. Akhirnya nekad dan ternyata ada fitur ini bagi nasabah BNI Syariah.

Kalau dirangkum, ini kelebihan produk Hasanah (Wadiah) BNI Syariah:

  • Tidak ada biaya bulanan
  • Ada internet banking dan SMS banking
  • Ada Virtual Credit Number (VCN)

Banyak keuntungannya ya. Sekarang ada juga produk menarik namanya Jenius dari BTPN.

Posted in Ekonomi, Teknologi

Ada VCN di Debit BNI Syariah

VCN (Virtual Credit Number) itu seperti namanya, yaitu kartu kredit virtual. Fungsinya juga sama kayak kartu kredit. Ini fasilitas dari kartu debit yang ingin difungsikan seperti kartu kredit.

Saya nasabah BNI Syariah. Selama ini saya tahu kalau fasilitas VCN ada di BNI konvensional. Tapi untuk BNI Syariah, googling kesana-kesini, informasinya simpang siur.

Akhirnya barusan mencoba mengajukan VCN untuk pembayaran ke Instagram untuk promo bisnis istri . Setelah sebelumnya mencoba membayar melalui internet banking dan ATM gagal.

Dan ternyata BISA! Kartu debit BNI Syariah bisa memanfaatkan fasilitas VCN! Untuk pengajuan VCN akan dikenakan biaya pulsa Rp2.000.

Posted in Ekonomi

Redempt Reksadana

Akhirnya berhasil juga mencairkan sebagian kecil rekasadana gue yang ada di Manulife. Setelah beberapa minggu yang lalu gagal dicairkan gara-gara KTP gue sudah kadaluarsa. Iseng saja sih mencairkannya. Pengen punya pengalaman nge-redempt reksadana.

Yang dibutuhkan untuk mencairkan reksadana di Manulife ada 3:

  • KTP
  • Redemption Letter (RL) yang ada di Confirmation Letter
  • Surat Pernyataan Redemption

Cara mencairkan reksadana:

  • Fax ketiga berkas-berkas tersebut ke 021-2555 7676 (jangan lupa konfirmasi fax juga ya)
  • Kirim berkas-berkas asli (Kecuali KTP, yang dikirim berupa fotokopi) ke kantor Manulife Aset Manajemen Indonesia

Selesai. Kelihatannya gampang ya. Memang gampang sih, tapi tadi ada masalah yang bikin capek juga. Soalnya RL yang gue fax, nggak kebaca sama pihak Manulife-nya. Jadi beberapa kali harus mengulang mengirim RL tersebut. Akhirnya gue disaranin untuk memfotokopi RL, terus fotokopian tersebut yang di fax.

Jadi sekarang tinggal menunggu uangnya ditransfer ke rekening tabungan gue. Lama waktu sampai ke rekening gue sih katanya sekitar 5 hari bursa.

Btw, untung juga beberapa minggu yang lalu gue nggak jadi mencairkan Soalnya hari ini IHSG terbang euy. Seandainya kemaren gue mencairkan, NAB-nya 555. Tapi sekarang kayaknya NAB-nya hampir mendekati 700. YES!

Posted in Ekonomi

Kalkulator Untuk Menghitung Keuangan

Quantum Magna Financial
Quantum Magna Financial

Sejak baca artikel-artikel Finance di blognya Priyadi, sedikit-sedikit gue jadi tertarik dan mengerti tentang mengatur keuangan gue. Apalagi sejak di televisi lokal, Jakarta, O Channel ada acara yang namanya Perfect Number dengan narasumber Adil Akbar.

O iya, baru inget, gue pernah nemuin kalkulator buat menghitung keuangan pribadi. Jadi nanti bisa ketahuan, keuangan elo sehat atau nggak. Trus ada juga buat menghitung Uang Pertanggungan (UP) pada asuransi dan lain-lain. Btw, kalkulator ini gue ambil dari situs perusahaannya mbak Ligwina Hananto (financial consultant), Quantum Magna Financial. Berikut ini kalkulatornya:

Continue reading “Kalkulator Untuk Menghitung Keuangan”

Posted in Ekonomi

Asuransi

Keren banget nih artikel tentang asuransi yang ditulis di blog-nya Priyadi. Bener-bener membuka mata gue tentang asuransi. Dari yang dulunya gak tahu sama sekali tentang asuransi, sekarang jadi lumayan punya pengetahuan tentang produk tersebut.

Kayaknya buat yang masih buta tentang asuransi kudu baca artikel ini. Selain bisa tahu tentang manfaatnya asuransi, sekalian bisa menghidari dari kesalahan memilih produk asuransi. Karena saat ini, perusahaan asuransi/agen asuransi sedang giat-giatnya memasarkan produk yang namanya UnitLink. Sebenernya bukan itu yang menjadi masalah, akan tetapi cara mereka melakukan pemasarannya. Banyak informasi yang ditutupi bahkan cenderung dipelintir.

Saat ini, salah satu artikel yang selalu gue kunjungin adalah artikel yang judulnya “Ilusi Finansial“. Ada perdebatan yang lumayan seru. Wong komennya aja hampir menembus 800 buah! Gila banget. Jadi butuh perjuangan juga kalo mo baca artikel beserta komen-komennya. Berat bo’ loading-nya. Tapi it’s worth it lah.

Jadi baca deh artikel-artikel dibawah ini, sekalian baca juga komen-komennya.