Posted in Teknologi

Mencoba KDE

Beberapa desktop enviroment (DE) sudah dicoba kayak LXDE, XFCE, Pantheon, Gnome dan yang terakhir LXQt. Kemarin mengganti LXQt dengan KDE.

KDE merupakan DE yang sudah lama muncul. Lebih ‘tua’ dibanding beberapa DE yang pernah gue coba. Alasan utama tidak pernah melirik KDE karena ukuran berkasnya yang terlampau besar. Nah sekarang tertarik mencoba karena kesemsem dengan Plasma 5 yang keren. Internet dan RAM juga sudah mumpuni.

KDE Desktop
Tampilan Plasma 4 di distro Netrunner 14.1

Gue belum mengunduh KDE Plasma 5 karena belum ada versi stabil di keluarga Ubuntu. Plasma 4 yang ada di Netrunner 14.1 sudah bagus kok. Jadi ini saja yang diunduh dulu.

Konsumsi RAM KDE yang sebesar Gnome 3 membuat gue beranggapan pengoperasiannya tidak terlalu responsif. Setelah gue coba ternyata KDE sangat responsif. Penggunaan prosesor oleh KDE sepertinya lebih rendah dibanding Gnome/Pantheon/Cinnamon. Indikator yang gue perhatikan adalah kipas yang tidak ‘meraung-raung’.

Minus KDE yang paling mengganggu adalah tampilan icon-icon yang kurang serasi. Sepertinya tidak ada standar tertentu.

Jadi kesimpulannya, KDE tidak jelek seperti yang gue duga.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s