Posted in Curhat

Realistis

Bukan pesimistis. Bukan optimistis. Gue menyebut diri sendiri sebagai orang yang realistis. Banyak orang mengira gue orang yang pesimistis. Padahal gue hanya bersikap realistis. Terdengar banyak hal yang negatif dari gue, tapi memang faktanya yang gue punya hanya segitu.

Ngomongin tentang bersosialisasi dengan orang. Jelas ini bukan keahlian yang gue punya. Gue memang bukan tipe yang likeable. Ini kenyataan, bukan sedang berpikiran negatif. Hanya satu orang yang bisa bertahan dekat gue cukup lama. Selebihnya ya datang dan pergi. Wuss wuss wuss.

Jadi ketika ada orang baru yang datang. Pasti gue terima dengan tangan terbuka. Tapi gue juga sudah mempersiapkan berbagai pelindung. Karena ketika berhubungan dengan orang, banyak hal yang tidak terduga. Seperti kata pepatah, ‘dalam laut bisa diduga, dalam hati siapa yang tahu’. Apalagi yang namanya manusia itu terus berkembang, selalu berubah. Sebentar A, besok B, lusa C.

Pelajaran dari masa lalu. Persiapkan diri untuk yang terjelek dan jangan memberikan segala yang kalian punya. Karena pada akhirnya kalian bakal sendiri. Apa yang tersisa, yang membuat kalian bisa bertahan atau tidak. Tsaah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s