Posted in Places

Monas

Siapa sih yang nggak pernah ke Monas? Gue rasa sih hampir semua orang Jakarta pernah ke tempat itu. Tapi kalau gue tanya, siapa sih yang pernah naik sampai atas Monas? Yakin banget, sedikit yang pernah kesana. Termasuk gue. Tadinya lho…

Beberapa hari yang lalu gue ke Monas. Tujuannya, gue (dan beberapa teman) mau naik ke tempat yang paling atas di Monas. Gue sama sekali belum pernah. Bahkan untuk masuk kedalam Monas-nya pun baru sekali. Itupun (seingat gue) sewaktu masih SD. Kalau ditaman-tamannya sih sudah sering.

Pas sampai disekitar Monas, teman gue sempat bingung mencari pintu masuknya. Beruntung teman-teman gue membawa gue ikut serta. hehe. Karena gue tahu kalau mau masuk kedalam Monas harus lewat terowongan dibawah tanah. Lokasinya berada disebelah utara Monas. Pokoknya cari saja tulisan seperti dibawah ini.

Nanti ikutin saja jalan yang ada disana. Nggak akan nyasar. Kebangetan banget kalau sampai nyasar. hihi.

Dibawah bakal ketemu sama loket 1. Loket pertama ini untuk membeli karcis biar bisa masuk kedalam Monas. HTM-nya sebesar Rp. 2500 + Rp. 500 (asuransi). Totalnya jadi Rp. 3000. Sedangkan buat anak-anak Rp. 1000 + Rp 500 (asuransi).

Senang banget setelah gue masuk ke dalam Monas. Bukan kenapa-kenapa. Diluar soalnya PANAS abis! Sedangkan didalam dingin. Rasanya pengen terus tidur-tiduran dilantai.

Didalam Monas ada sejarah Indonesia yang berbentuk gambar 3 dimensi. Sayangnya suasanannya remang-remang, jadi rada susah juga buat ngejepretnya. Biar hemat listrik kali yah.

Nggak terlalu banyak orang yang lihat-lihat disini. Lebih banyak yang pengen naik ke bagian teratas Monas. Gue sendiri memang tujuan utamanya mau naik keatas. Jadi gue berada disini cuma sebentar.

Sesampai di lift buat naik ke lantai teratas Monas, gue harus membayar tiket sebesar Rp. 7500 (anak-anak=Rp. 3500). Kudu hati-hati nih. Gue merasa petugasnya mau curang. Gue bayar pakai uang Rp. 10.000. Dia awalnya cuma mengembalikan Rp. 2000. Dengan cueknya gue diam saja disana. Nggak beberapa lama baru deh dia mengembalikan kekurangan Rp. 500-nya. Saran gue sih mending bayar dengan uang pas kalau mau ke Monas.

Setelah bayar, langsung gue menuju lift. Lumayan lama lho nunggunya. Untungnya nggak terlalu banyak yang mengantri. Soalnya gue kesana bukan hari libur. Nggak heran kalau hari libur antriannya bisa panjang banget.

Sekitar 5 menit kemudian, datang juga liftnya. Didalam lift kita bisa mendengarkan lagu keroncong. Mungkin ini penyebabnya kenapa petugas liftnya kelihatan mengantuk.

Pintu lift terbuka, dan sampailah gue dipuncak Monas. Dan gue langsung disambut dengan angin yang bertiup kencang. Baru sadar kalau ternyata bagian atas Monas itu tidak ditutupi oleh kaca. Hanya ada besi-besi saja. Serem abis apalagi kalau melihat kebawah. Yup gue memang takut ketinggian. Kalau ditutupi kaca sih gue masih berani.

Dari sini kita bisa melihat sebagian Jakarta. Istana Negara, Gambir, Istiqlal dan lain-lain. Dengan perasaan was-was (dan berharap tidak ada gempa), gue asal jepret-jepret. Pokoknya apa yang terlihat gue jepret tanpa bisa menikmati.

O iya, kalian juga bisa melihat dengan menggunakan teropong. Disediakan disana. Tinggal masukin koin saja. Kalau nggak salah bayar Rp. 2000. Tapi gue sih males. Namanya juga lagi stress. hu hu hu.

Akhirnya gue berada disana cuma 15 menit. Trus gue turun. Gue nunggu teman gue dari bawah saja. Benar-benar melelahkan. Kayaknya ini yang terakhir kali naik ke atas. Serem euy. Tapi buat yang nggak takut ketinggian, silahkan dicoba. Yang penting gue sudah merasakan naik keatas.

Saran gue, ketika ke Monas, bayarlah dengan uang pas. Soalnya kalau kalian googling, beberapa orang mengalami hal yang tidak mengenakkan dalam hal membayar karcisnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s