Posted in Events

Kampanye Pilpres

Ada 3 kampanye pilpres yang (rencananya) diadakan di stadion Gelora Bung Karno. Tapi capres-cawapres nomor urut 3 yaitu JK-Wiranto membatalkan kampanye disana.

Dari ketiga kampanye, semuanya gue hadir. Btw, gue bukan pendukung bayaran lho.

Hari pertama, Megawati-Prabowo

Tadinya gue kira acara kampanye Megawati-Prabowo bakal berlangsung seru seperti kampanye PDIP di GBK sebelumnya. Karena partainya Megawati ini memiliki pendukung fanatik yang seringkali suka membuat hal-hal yang aneh-aneh. Seperti mencukur rambut dengan model yang “nyeleneh” atau mengecat seluruh tubuh mereka.

Tapi ternyata acaranya cenderung garink. Nggak ketemu pendukung-pendukung tersebut. Masuk ke lapangan pun nggak boleh karena dari yang gue dengar, tim kampanyenya Megawati-Prabowo sudah diwanti-wanti oleh pengelola stadion supaya pendukung mereka tidak menginjak rumput stadion.

Jadi yang hadir disana nggak bisa melihat Megawati-Prabowo dan hiburan musik dari dekat. Walaupun ada layar raksasa, tetap saja kurang asik.

Hari kedua, JK-Wiranto

Berbeda dengan kampanye Megawati-Prabowo, kampanye terakhir JK-Wiranto di Jakarta tidak dilakukan di stadion Gelora Bung Karno.

Mereka beralasan, salah satunya karena Indonesia, tidak lama lagi akan kedatangan klub top dari Premier League, Manchester United. Sehingga jika mereka berkampanye di stadion Gelora Bung Karno, bisa dipastikan pasti nanti akan merusak rumput stadion.

Sebagai gantinya, JK-Wiranto berkampanye di beberapa wilayah di Jakarta dan pasangan tersebut berkampanye secara terpisah. Dan yang gue hadiri adalah kampanye yang dilakukan cawapres Wiranto di Blok S.

Acaranya sendiri lumayan seru. Lebih seru dibandingkan kampanyenya Megawati-Prabowo.

Hari terakhir, SBY-Boediono

Kampanye terakhir di Jakarta dilakukan oleh pasangan SBY-Boediono. Yup, mereka melakukannya di Gelora Bung Karno.

Acaranya sendiri lumayan menarik. Bahkan gue rasa lebih menarik dari 2 kampanye capres-cawapres sebelumnya. Semua yang gue cari ada disana. Acara musiknya okeh. Banyak pendukung yang unik-unik. Dan bisa masuk ke dalam lapangan rumputnya.

Selain itu gue mendapatkan pengalaman yang lumayan seru. Dari memikirkan supaya bisa masuk kedalam stadion -karena penjagaannya ketat- sampai hampir diciduk oleh polisi. Pokoknya menyenangkan. hi hi hi.

Tapi satu hal yang sangat gue sebal adalah SBY-Boediono membuat para pendukungnya (dan gue) menunggu lama. Bayangkan, acaranya dijadwalkan dari jam 13.00 sampai 17.00 tapi SBY-Boediono baru datang setengah jam sebelum acaranya berakhir. Kampanye Megawati-Prabowo dan JK-Wiranto juga sama, tapi masih bisa ditolerir lah.

Kok kesannya yang membutuhkan adalah rakyat sehingga harus menunggu lama. Dan yang kedua, ketika SBY-Boediono berpidato, yang seharusnya klimaks acara hari itu, malah menjadi antiklimaks. Para pendukung sudah terlampau lama menunggu dan kelelahan sehingga ketika mereka mulai berpidato, sebagian yang hadir disana sudah pada pulang.

Kesimpulan

Walaupun ada beberapa hal yang tidak sesuai harapan, bisa dibilang lumayan lah ketiga acara tersebut.

Tadinya gue selalu berpikiran negatif terhadap acara kampanye seperti ini. Ngapain sih orang-orang pada datang ke acara seperti ini? Berpanas-panasan.

Mungkin sebagian besar mereka dibayar. Tapi ternyata memang mengasikkan lho. Gue nggak dibayar tapi sekarang suka ke acara tersebut. Refreshing.

Buat yang belum pernah, coba deh sekali-kali. Banyak hal-hal yang menarik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s