Posted in Anchor, Politik

Nonton Kampanye PDIP

Sudah beberapa hari ini absen ngeblog. Penyebabnya males. Sebenarnya kemarin sudah niat ngeblog. Tapi gara-gara WIFI laptop gue, sehabis gue install ulang Windows, nggak mau jalan. Katanya sih drivernya korup. Ah gampang banget fokus gue teralihkan kepada hal-hal yang kecil. Tapi ya sudah, lupakan masalah WIFI tersebut. Lagian belum begitu butuh.

Hari sabtu kemarin gue nonton kampanye lagi. Yang pertama kan gue nonton kampanyenya PKS. Sedangkan yang kedua ini gue nonton kampanyenya PDIP.

Kampanye PDIP di Senayan

Seperti yang gue duga, PDIP merupakan salah satu partai besar sehingga pasti Senayan bakalan penuh dengan simpatisannya. Kalau ramai, pasti bakalan banyak stasiun televisi yang meliput. Nah yang meliputnya ini yang gue cari.😀

Dibanding dengan jumlah simpatisan PKS yang berkampanye di Senayan juga, gue rasa simpatisan PDIP kalah jumlah. Tapi berhubung waktu itu gue telat datang ke kampanyenya PKS, gue nggak merasakan hiruk pikuknya. Pas nonton kampanye PDIP baru deh merasakan keramaiannya.

Gue sendiri sih nggak menganggap itu sebuah kampanye karena sebagian besar pada sibuk dengan urusannya masing-masing. Banyak yang malah foto-foto. Gue sendiri juga nggak memperhatikan apa yang diomongin sama Megawati waktu itu. Baru pas artisnya mulai tampil di panggung (kalau nggak salah ST12), perhatian simpatisan fokus ke mereka. Bahkan sampai ada yang memanjat pembatas untuk masuk ke lapangan.

Simpatisan PDIP

Kayaknya dibanding dengan kampanye PKS, kampanye PDIP lebih banyak hal-hal yang “unik”. Salah satunya seperti bapak diatas ini. Ngomong-ngomong, banyak yang memfoto bapak ini lho. Salah satu primadona (selain Megawati). Hehe.

Somehow, ternyata menghadiri kampanye asik juga.

The Reporter

Kebahagian utama adalah gue berhasil melihat secara langsung para reporter bekerja. Mulai dari kru Metro TV, tvOne, RCTI, SCTV dan Global TV.

Aksi reporter tvOne

Walaupun nanti berita ini ditayangin beberapa menit saja. Usaha untuk mendapatkan berita ternyata panjang lho. Mulai datang kudu lebih awal. Trus mempersiapkan peralatan. Menunggu. Si reporter juga sebelumnya harus menghapalkan berita yang mau disampaikan. Sampai pulangnya pun yang terakhir. Pokoke panjang.

M. Achir sedang melakukan reportase

M. Achir (SCTV) sedang melakukan liputan live. Btw, gara-gara cuacanya lumayan panas, dia beberapa kali harus mengusap mukanya dengan handuk. Gue sendiri merasakan hal yang sama. Keringat gue sampai meleleh. Tapi gue puas setelah berhasil mendapatkan foto-foto ini. Mungkin itu juga yang dirasakan oleh para reporter kalau berhasil mendapatkan berita.

Menurut gue, reporter/jurnalis merupakan salah satu pekerjaan yang seru!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s