Posted in Anchor, Politik

Mulai Suka Kepada Meutya Hafid

Meutya Hafid
Meutya Hafid

Akhir-akhir ini Meutya Hafid semakin sering muncul di televisi. Selain pernah muncul beberapa kali di acara Today’s Dialogue (Metro TV), dia juga muncul di acara Benar Benar Membangun (RCTI) dan Kencan Politik (ANTV). Dan kalau nggak salah dia juga pernah muncul di Republik Mimpi (Metro TV) bareng salah satu jurnalis wanita yang menjadi caleg juga, Yasmin Muntaz. Sekalian “kampanye” kali yah.

Gara-gara sering muncul, gue jadi lumayan mengenal mantan penyiar berita Metro TV ini. Ternyata dia oke banget kalau jadi anggota legislatif. Tadinya gue rada meragukan.

Cara dia berdebat, mantap banget.Trus, dari cara dia memberikan argumen itu benar-benar memperlihatkan kalau dia itu memang pintar. Satu hal yang membuat gue salut banget sama dia adalah dia jujur banget. Malah bisa dibilang lugu. Ini terlihat ketika dia menjawab pertanyaan Kania Sutisnawinata (host Today’s Dialogue) yang menanyakan kepada seluruh narasumber caleg dari beberapa partai tentang dana yang sudah dikeluarkan untuk berkampanye menjadi caleg. Hanya Meutya saja yang secara blak-blakan menyebutkan angkanya. “Sejauh ini sudah sekitar 200 juta”, kata Meutya. Caleg-caleg lainnya dengan berbagai alasan berusaha menghindar.

Tapi sayang, dia itu caleg dari daerah pemilihan Sumatra Utara. Kalau dia ada di dapil Tangerang, pasti bakalan gue pilih. Walaupun berarti harus memberikan suara gue kepada Golkar. Kata siapa semua caleg jelek. Coz i have found a good one.😀

Jadi saat ini gue masih bingung, antara memilih caleg PKS atau Yasmin Muntaz. Sebenarnya sih Yasmin Muntaz oke juga. Tapi gue  masih merasa ada yang kurang di dia. Gue  rasa kemampuan dia berdebat masih kurang. Jangankan di DPR, di dalam partainya sendiri ungkin bisa “dibantai”.

Ya lihat saja nanti.

8 thoughts on “Mulai Suka Kepada Meutya Hafid

  1. Hai mas Audi,thanks atas masukannya(bg sy itu masukan :D).rasanya perlu ada yg sy luruskan..sy sdh sejumlah kali jd narsum acara debat acara off air yg mungkin mmg lepas dr publikasi media.kebetulan tim kami juga agak selektif menerima acara2 spt itu.bukan tkt berdebat..melainkan kadang acara debat bs membuat seorang caleg jd menebar janji.padahal anggota legislatif beda dg eksekutif..semua soal yg implementatif,sejatinya mmg tugas seorang eksekutif.sy memilih tdk hadir di acara yg ‘memaksa’ sy harus berdusta dengan program2 yg sy yakini bukan tugas seorang anggota DPR untuk mengurusi itu.sesuai dg background sy yang s1 dan s2 hukum,sy lebih memilih untuk membenahi UU di negara kita.Bagaimana sebuah UU sejatinya melindungi apa yg diUUkan dan bukan malah merugikan.Spt UU ketenagakerjaan. dan masih banyak lagi..sebenarnya sy ingin menjelaskan lebih banyak.tp ini lap top low batt..anda bs berkomunikasi dg sy di FB.bukan maksud sy untuk defensif.sy hanya ingin meluruskan,bhw banyak hal yg lbh penting ketimbang kita sbk berdebat.krn sy akan memilih melepaskan tampil di acara debat jika sy telanjur janji temu dg konstituen.buat sy,konstituen di lapangan itu lebih riil ketimbang kebanggaan dipuji orang krn tampil prima di acara debat. Thanks. Salam Yasmin Muntaz.

  2. Wah ada mbak yasmin toh. Duh jadi nggak enak nih.

    Hmm.. btw, mbak Yasmin sudah tahu belum, seandainya nanti terpilih, akan dimasukkan ke komisi apa? Males banget jika nanti saya memilih caleg yang ternyata hanya diletakkan dikomisi yang “ecek-ecek”. Padahal saya berharap banyak kepada caleg yang saya pilih.

  3. semua yg mas tanya sdh dijwb di wall FBnya ya.dan bisa dibaca di note2 sy terdahulu.Intinya,sy memang ‘seharusnya’ di komisi hukum.tp karena punya perhatian pada masalah buruh kontrak dan narkoba,mk seharusnya sy masuk ke komisi ketenagakerjaan dan kesehatan.BTW sy memang hobi mensearch di google soal tulisan2 tentang sy.tujuannya untuk memantau.eh ternyata ketemu tulisan ini di artikel pertama.shg sy merasa perlu diluruskan.Sy tdk takut debat,spt yg sy bilang di wall dan di atas,melainkan selektif.kalau sy takut debat,sy tdk akan berani jd perempuan (mungkin yg pertama bicara di media -detik.com 1 Feb 2009),yg menolak affirmative action.Di diskusi2 yg sy ikuti pun sy konsisten.coba deh anda search,nanti akan ketemu pendapat2 sy soal AA. Thanks.

  4. …mas Audi, jangan lupa ya, 9-4 9-4, tanggal 9 bulan 4, liat partai no 9 dan contreng caleg no urut 4… 🙂

    tuh mBak Yasmin, dah saya bantuin… 😀

  5. @fabeilo: Hahaha… jurkamnya mbak Yasmin mulai beraksi.😛

    @yasmin: hehe.. nggak apa2 mbak. Kan malah bagus (bagus buat blog saya juga, hehe). Kalau di FB kan terbatas yang bisa mengakses. Btw, barusan googling dengan nama mbak, ternyata banyak banget ya linknya. Jadi pengen baca.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s